Sentra Vaksinasi BUMN Merupakan Terobosan Besar

Keberadaan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN yang sudah digelar di empat lokasi dan tersebar di tiga provinsi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan terobosan positif bagi masyarakat agar segera divaksin. Terlebih bagi kalangan lansia dan pekerja layanan publik yang menjadi sasaran tahap kedua program vaksinasi nasional.

Hal tersebut dinyatakan pengamat kebijakan publik, Dr Riant Nugroho yang dihubungi di Jakarta, Selasa (30/3). Pengajar kebijakan publik di Universitas Indonesia dan Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia ini menilai inisiatif Kementerian BUMN yang menjalin kerjasama dengan Kemenkes dan Pemda tak hanya mencerminkan kolaborasi aktif, baik di tingkat pemerintah pusat dan juga sinergi dengan pemerintah daerah, namun juga wujud implementasi atas kebijakan Presiden Joko Widodo dalam memerangi pandemi COVID-19 hingga tuntas.

Pendiri dan partner Institute for Policy and Administrative Reform ini menambahkan apa yang dilakukan Kementerian BUMN dengan Sentra Vaksinasi tersebut merupakan bukti atas kapabilitas yang dimiliki kementerian BUMN dalam percepatan program vaksinasi nasional. “Dibandingkan kementerian lain, Kementerian BUMN merupakan kementerian yang super sektor, sehingga secara insititusi memiliki hak dan tanggung jawab yang sama besar. Hak untuk memvaksin pekerja layanan publik BUMN dan BUMD yang jumlahnya banyak, serta tanggung jawab untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam percepatan vaksinas, terutama untuk kalangan lansia. Keduanya mampu dilaksanakan dengan baik. Hal itu harus diapresiasi,” tambah doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini.

Ia menyarankan agar totalitas Sentra Vaksinasi ini berjalan maksimal, Kementerian BUMN diharapkan membangun Sentra Vaksin di tujuh provinsi utama yang penyebaran pandemi COVID-19 masih tinggi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, dan Bali.

Setelah membangun di tiga provinsi, dalam waktu dekat Kementerian BUMN akan membuka Sentra vaksin di Bandung, Jawa Barat. Hal itu didasari data Kemenkes, per 22 Maret 2021 yang menyatakan vaksinasi lansia di Jawa Barat baru mencapai 1,35 persen.