Rp 500 Juta dari Yayasan BUMN untuk PMI Pusat

Foto peserta zoom penyerahan bantuan dai Yayasan BUMN kepada PMI Pusat.

JAKARTA– Yayasn BUMN menyerahkan bantuan dana Rp 500.000.000 kepada PMI Pusat. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Yayasan BUMN, Harjawan Balaningrath kepada Ketua Umum PMI Pusat, HM Jusuf Kalla.

Penyerahan bantuan dilakukan melalui Zoom meeting, tidak  bertemu langsung, antara Harjawan  Balaningrath dan HM Jusuf Kalla. Penyerahan bantuan tersebut dipandu Sekretarus Umum PMI Pusat, Sudirman Said di Jakarta, Kamis 16 Juli 2020.

Dalam sambutannya, HM Jusuf Kalla menjelaskan bahwa PMI selalu hadir dalam setiap terjadi bencana di tanah air. Kehadiran PMI dalam setiap bencana akan diupayakan dalam waktu secepatnya, karena masyarakat yang mengalami bencana pasti membutuhkan bantuan.

Mantan Wakil Preiden RI itu menjelaskan berbagai kegiatan yang dilakukan PMI selama pandemi covid-19, antara lain penyemprotan disinvektan di berbagai tempat, seperti rumah ibadah atau tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang. Menyalurkan sembako, alat kesehatan, donor darah dan berbagai kegiatan lainnya.

Apa yang dilakukan PMI tersebut ditampilkan melalui vidio yang terlihat jelas berbagai kegiatan yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk dalam rangkan memutus rantai penyebaran covid-19.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrath menyampaikan bahwa Yayasan BUMN juga telah melakukan berbagai kegiatan membantu masyarakat Indonesia yang mengalami bencana. Termasuk saat ini sedang mengirimkan bantuan sebanyak 2 truk dari Palopo ke Masamba, Luwu Utara dan diharapkan bantuan yang diantar oleh petugas Yayasan BUMN tersebut malam ini (16/7/2020) tiba di sana  untuk membantu meringankan masyarakat yang terkena banjir bandang

Penyerahan batuan ditandai dengan penunjukan mockup bantuan dan Ketua Umum PMI menunjukkan piagam yang akan diserahkan kepada Yayasan BUMN.

Ketua Umum PMI sempat memuji lukisan di belakang Ketua Yayasan BUMN yang merupakan lukisan pantai di Miangas. “Serasa di pantai melihat latar belakangnya,” ujar Jusuf Kalla.YBUMN