RI Tunda Distribusi Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Indonesia akhirnya memutuskan untuk menunda distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca menyusul laporan adanya efek samping pembekuan darah. Negara lain di Eropa sudah menangguhkan penggunaan vaksin ini. Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia sudah menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA sebelumnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca buatan Oxford di Indonesia masih menunggu rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“saat ini WHO bersama Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (Inggris), dan European Medical Authority tengah memeriksa sejumlah efek samping yang dilaporkan seperti pembekuan darah dalam beberapa kasus” Jelasnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pihaknya masih menunggu kelanjutan tentang penggunaan vaksin AstraZeneca walau sudah ada Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta BPOM RI.

Sebelumnya, Irlandia, Denmark, Norwegia, Islandia, dan Belanda menangguhkan penggunaan vaksin Astrazeneca karena masalah pembekuan darah. Sementara itu, Austria berhenti menggunakan serangkaian suntikan AstraZeneca pekan lalu saat menyelidiki kematian akibat gangguan koagulasi.

Terkait kasus tersebut, perusahaan farmasi AstraZeneca buka suara usai. Dalam siaran pers di laman resminya, dikutip Senin (15/3/2021), AstraZeneca menegaskan bahwa keamanan adalah hal yang terpenting, dan pihak perusahaan terus memantau keamanan vaksin buatannya.

AstraZeneca berkomentar bahwa dalam uji klinis tidak ditemukan kejadian pembekuan darah. Karena itu pembekuan darah tidak dimasukkan sebagai salah satu efek samping yang kemungkinan terjadi.