Kabar Baik! Antibodi Penyintas Covid-19 Dapat Bertahan Selama 12 Bulan

Setelah terinfeksi virus corona, seseorang memiliki kekebalan tubuhatau antibodi terhadap Covid-19. Selain itu, kekebalan atau antibodi terhadap Covid-19 juga bisa terbentuk dengan bantuan vaksin atau imunisasi.

Namun, berapa lama kekebalan terhadap virus corona penyebab Covid-19 bisa bertahan?
Menurut dua studi terbaru, kekebalan tubuh atau antibody terhadap virus corona bertahan setidaknya satu tahun, bahkan lebih lama, dan meningkat seiring waktu terutama setelah vaksinasi.

Melansir The Irish Time, temuan ini dapat membantu menghilangkan ketakutan terkait perlindungan vaksin Covid-19 terhadap virus akan berumur pendek. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang telah pulih dari Covid-19, kemudian diimunisasi tak memerlukan suntikan penguat untuk memiliki kekebalan atau antibodi yang kuat.

Namun orang yang divaksinasi yang tak pernah terinfeksi sebelumnya, kemungkinan besar membutuhkan suntikan penguat, begitu pula orang yang terinfeksi tapi tak menghasilkan tanggapan kekebalan atau antibodi Covid-19 yang kuat.

Dituliskan The New York Times, kedua laporan ini mengamati orang-orang yang terpapar virus corona sekitar setahun sebelumnya.

Menurut seorang llulusan Medical Science Kobe University dr. Adamprabata orang yang pernah terkena COVID-19 masih terdeteksi memiliki antibodi penetralisir virus penyebab Covid-19 hingga 12 bulan sejak gejala awal muncul.

Ia pun menambahkan kadar antibodi terhadap pasien COVID-19 lebih tinggi pada pasien yang dirawat inap dibandingkan dengan pasien yang tidak rawat inap.

Semoga kabar ini bisa lebih menenangkan orang-orang yang sudah sembuh dari Covid-19.