Erick Thohir : Indonesia Akan Miliki Bank Syariah Yang Solid dan Berkaliber Global

Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir mengambil keputusan besar mengintegrasikan (Merger) tiga bank syariah BUMN : Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah, dan BRI Syariah. Dengan estimasi tanggal efektif merger yakni dilakukan pada 1 Februari 2021.

Seperti dilansir Republika.com, Menteri Erick Thohir mengatakan pemerintah sudah merencanakan dengan matang pembentukan bank umum syariah terbesar pertama Indonesia.

Dengan penduduk mayoritas Muslim, Erick menilai potensi perbankan syariah masih sangat besar sekaligus memberikan opsi bagi masyarakat yang lebih nyaman menggunakan sistem perbankan syariah.

Pengamat Politik dan Ekonomi Islam Muhammad Najib mengatakan upaya Erick menggabungkan 3 bank syariah BUMN ke dalam satu perbankan syariah merupakan momentum bersejarah.

Menurut Najib, keputusan ini adalah tonggak sejarah ke-2 terhadap proses Islamisasi sistem perbankan di Indonesia setelah yang pertama ditancapkan Presiden Soeharto ditandai dengan lahirnya Bank Muamalat.

Dengan melakukan merger tiga bank syariah BUMN diperkirakan memiliki total aset sebesar Rp214,6 triliun. Hal itu membawa Bank Syariah BUMN berpotensi masuk dalam 10 besar bank syariah terbesar di dunia yang memiliki kebanggan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Diketahui peran Bank Syariah BUMN selama ini mampu menggerakkan usaha kecil dan menengah, karena itu diharapkan pula melahirkan produk berbasis syariah yang memberikan manfaat luas baik bagi umat Islam maupun masyarakat Indonesia secara menyeluruh di bidang ekonomi.

Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2015-2020 Fauzi Ichsan mengatakan aksi konsolidasi ini berdampak pada turunnya biaya penggalangan dana bank syariah sehingga memungkinkan untuk memperluas ruang gerak.

Menurut Fauzi Ichsan, merger menjadi solusi untuk mengatasi tingginya biaya operasional dan belanja modal (capital expenditure/capex) yang kerap dialami perbankan syariah. Dengan konsolidasi, biaya penggalangan DPK, biaya operasional, dan capex bisa ditekan.

Kedua, merger membuktikan bank syariah memiliki prospek cerah. Perbankan syariah terbukti mampu bertahan di tengah pengaruh buruk pandemi covid-19.

Bahkan, Fauzi Ichsan menjelaskan kinerja industri perbankan syariah tercatat lebih baik dibanding kondisi perbankan konvensional.

Menteri BUMN optimis bahwa dengan adanya merger ini Indonesia harus menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

“Keinginan Indonesia memiliki bank umum syariah nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional”, tutup Erick Thohir.