Dukung Kemandirian Ekonomi Umat, Erick Thohir Resmikan Pertashop di Pesantren

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan Pertamina shop di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Karangpetir, Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Peresmian turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Sebagai informasi, Pertashop adalah lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Liquified Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, dan produk Pertamina ritel lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, Pertashop merupakan sarana kemitraan dari Pertamina yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan desa karena akan mempermudah akses BBM bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Seperti diketahui, banyak desa di Indonesia yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga masyarakat sering mendapatkan harga BBM yang lebih mahal.

“Pertashop ini bagian dari BUMN dalam penguatan ekonomi masyarakat, seperti salah satunya di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Karangpetir ini. Kami di Kementerian BUMN dan juga Pertamina, akan terus mendukung program kemandirian ekonomi masyarakat melalui program kemitraan atau program-program lainnya,” kata Erick Thohir.

Pertamina shop yang dibangun di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Karang Petir ini telah sejalan dengan empat pilar MES, yakni berfokus pada pengembangan pasar industri halal di dalam dan luar negeri; pengembangan industri keuangan syariah nasional; investasi bersahabat yang melibatkan pengusaha di daerah; pengembangan ekonomi syariah dari pedesaan dan pesantren secara berkelanjutan.

Menurut Erick, program kemitraan Pertamina shop dari Pertamina dengan pondok pesantren ini merupakan inovasi baru. Tujuannya untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi pondok pesantren dan membangun kesadaran pembangunan gotong royong di daerah. MES ingin membangun paradigma baru yang tertuang dalam program “bangga mbangun desa”.

“Ini adalah proyek percontohan, untuk menuju 1.000 pesantren dengan 1.000 bisnis. Sehingga pesantren dapat mandiri secara finansial dan menguatkan ekonomi umat dan masyarakat sekitar,” kata Erick.

Sejatinya, sejak dilantik sebagai ketua MES pada Maret 2021 lalu, Erick dan jajaran telah menyusun peta jalan MES dengan target capaian peningkatan kesejahteraan melalui peningkatan indeks pembangunan manusia. Strategi implementasi antara lain, pembinaan pelajar, mahasiswa, dan kepemudaan. Tentu yang menjadi utama pemuda di pesantren. Kementerian agama mencatat, ada 26.973 pesantren yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Tak hanya MES, Bank Indonesia (BI) turut menyusun peta strategi membangun ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) di pesantren. Bahkan BI telah merancang sistem akurasi pesantren Indonesia berbasis pedoman akuntansi terbaru dan mengimplementasikan virtual market bagi pesantren berbasis holding.