BUMN Salurkan Rp 2,5 M untuk Korban Gempa

JAKARTA- Sinergi BUMN Hadir Untuk Negeri berhasil menghimpun dana Rp 2,5 miliar dari berbagai BUMN untuk disalurkan bagi penanggulangan bencana gempa di Provinsi Maluku

Siaran pers PT Wijaya Karya (WIKA) selaku koordinator Posko BUMN Peduli Gempa Ambon dan sekitarnya yang diterima  Antara, Senin 7 Oktober 2019 menyebutkan bantuan tersebut berupa uang tunai, barang maupun jasa lainnya.

Menurut siaran pers tersebut, bantuan telah didistribusikan ke 47 titik pengungsian warga yang tersebar di tiga wilayah administratif yaitu Kota Ambon, Kabupatten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Selain menyalurkan lewat Posko Induk di kawasan Desa Wayame, Teluk Ambon, BUMN juga didorong untuk langsung menyalurkan ke titik-titik pengungsian dan melaporkan titik distribusi, jenis bantuan beserta nilainya untuk dimasukkan ke dalam “database”. Mekanisme ini membuat penyaluran lebih cepat, sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyrakat sekitar,” Kata Manager Biro Corporate WIKA Harris Ary Soekamto.

Menurut Harris, tantangan yang dihadapi di lapangan adalah pada titik-titik pengungsian yang letaknya berada di pulau yang terpisah dari kota Ambon, karena keterbatasan akses transportasi dan lokasi pengungsian yang berada di perbukitan.

Koordin CSR WIKA Yuliana menambahkan, distribusi bantuan menuju Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah harus menggunakan transportasi laut, dan untuk sampai pada titik-titik pengungsian di daerah terpencil yang tidak sepenuhnya dapat mengandalkan kendaraan, barang-barang bantuan itu harus digotong naik ke daerah perbukitan.

Untuk mengatasi hal tersebut, BUMN saling bersinergi dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki terutama dari segi transportasi angkutan barang menuju daerah yang membutuhkan bantuan.

Guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, Posko BUMN aktif bekerjsama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku.

Sementara itu distribusi bantuan dari Posko BUMN pun melibatkan relawan yang berasal dari komunitas lokal maupun LSM yang telah berpengalaman dalam penanggulangan bencana di sejumlah darah di Indonesia.

“Kita semua bersatu dengan tujuan yang sama, memastikan kami hadir untuk berbagi dalam masa-masa sulit yang dialami oleh masyarakat Maluku. Dengan sinergi ini, bantuan yang paling mendesak seperti tenda, makanan dan minuman maupun obat-obatan, terus menerus disalurkan,” jelas Harris.

Selain memenuhi kebutuhan hidup, Posko BUMN juga menghadirkan sejumlah konselor untuk mengadalan trauma healing. Langkah ini dibutuhkan mengingat psikologis anak-anak pascabencana yang masih dalam kondisi traumatik. Pada tahap awal, trauma healing akan dimulai di Desa Waai dengan melibatkan lebih dari 100 anak dan akan dilanjutkan ke titik-titik lainnya. “Semoga situasi makin membaik dan Maluku bisa pulih kembali seperti sedia kala,” kata Harris. (Ant)