Biaya Perawatan Seorang Pasien Virus Corona Rp 215 Juta

Pasien virus corona

JAKARTA– Perawatan pasien virus corona ditanggung pemerintah. Rupanya hal itu menjadi pembahasan di berbagai diskusi online, termasuk yang disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Dia membocorkan dalam diskusi Senin 29 Juni 2020, soal biaya perawatan pasien Covid-19 sampai ratusan juta rupiah. Diperkirakan biaya untuk pasien positif Covid-19 yaitu sekitar Rp 105 juta.

Namun angka tersebut akan berbeda jika pasien memiliki penyakit bawaan lainnya. Akhirnya, biaya perawatannya bisa melambung sampai Rp215 juta.

“Dari data yang ada, setiap pasien itu sekitar Rp 105juta. Tapi kalau ada penyakit lain akan ada tambahan sampai Rp 215 juta,” sebutnya.

Erick Thohir juga membahas soal vaksin virus corona yang belum ditemukan. Jadi, konsep new normal harus dijalankan. Masyarakat diharapkan bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menjalankan hidup sehari-hari.

“Tampaknya era new normal ini memang lama kita hadapi. Jadi, masyarakat harus siap. Perlu menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, proses penemun vaksin virus corona  pun butuh waktu yang cukup lama. Setelah ditemukan, masih harus ada proses produksi hingga bisa digunakan oleh masyarakat.

“Mohon maaf karena vaksinnya belum ditemukan. Kalau sudah ditemukan pun tak bisa langsung dipakai. Makan waktu yang cukup lama. Harus diproduksi terlebih dahulu, kemudian didistribusi sampai akhirnya digunakan oleh masyarakat,” terangnya.

Erick Thohir menjelaskan, pemerintah tak menutup-nutupi masalah rincian biaya pasien virus corona. 

Biaya perawatan pasien virus corona berasal dari PAGU yang ditetapkan pada Kepmenkes 238/2020, mengacu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dokumen regulasi ini bisa diakses masyarakat.

“Semua orang bisa melihat jelas rinciannya. Nggak ada yang ditutup-tutupi,” sebutnya.

Dikatakan, mengingat biaya yang sangat besar, diharapkan masyarakat  tetap menjaga kesehatan.

“Agar masyarakat tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan karena biaya perawatan besar,” ungkapnya. Dikutip dari INDOZONE.ID